Tarik-Ulur Upah Minimum

Oleh Razali Ritonga, Kapusdiklat Badan Pusat Statistik (BPS)

Penetapan upah minimum kerap diwarnai tarik ulur antara buruh dan pengusaha, dan hal ini tampaknya menjadi fenomena rutin menjelang tutup tahun. Buruh menilai bahwa upah yang ditetapkan terlalu rendah meski secara faktual selalu mengalami kenaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Besarnya upah pada 2017, misalnya, mengalami peningkatan sebesar 8,25 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun besaran kenaikan upah sebesar itu didasarkan pada komponen inflasi sebesar 3,07 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,18 persen. Continue reading

Percepatan Pembangunan Manusia

Penulis: Razali Ritonga Kapusdiklat BPS RI Alumnus Georgetown University, Amerika Serikat, Jurusan Kependudukan dan Ketenagakerjaan

KOMITMEN pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita ketiga kiranya patut diapresiasi. Komitmen pemerintah itu, antara lain, tecermin dari pemberlakuan kartu Indonesia sehat (KIS), kartu Indonesia pintar (KIP), dan kartu keluarga sejahtera (KKS) yang diluncurkan Presiden Jokowi pada November tahun lalu. Secara faktual, pemberlakuan ketiga kartu itu juga sejalan dengan pembangunan manusia yang berdimensi kesehatan (melalui KIS), pengetahuan (melalui KIP), dan daya beli (melalui KKS). Namun, upaya pemerintah itu barangkali perlu ditingkatkan lagi, terutama dari sisi alokasi anggaran. Hal itu mengingat pada tataran global, meski nilai indeks pembangunan manusia Indonesia meningkat, dari sisi peringkat menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu. Continue reading

Bonus Demografi: Kaya Sebelum Menua

Oleh Kadir Ruslan

Indonesia sedang mengalami apa yang disebut dengan “bonus domografi” (demographic dividend). Suatu kondisi kependudukan yang ditandai dengan meningkatnya proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) dan menurunnya proporsi penduduk usia tidak produktif (< 15 tahun dan 65+ tahun). Struktur penduduk yang menguntungkan ini berdampak pada mengecilnya rasio ketergantungan atau angka beban tanggungan (dependency ratio) penduduk usia produktif. Continue reading

Penambahan Angkatan Kerja Baru di Provinsi Jawa Tengah

Erisman, M.Si, Kabid Statistik Sosial, BPS Provinsi Jawa Tengah

Data Penduduk Yang Digunakan

Mulai tahun 2014 angka penduduk yang digunakan adalah angka penduduk berdasarkan Angka Proyeksi Penduduk 2010-2035 berdasarkan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang telah di launching oleh Bapak Presiden RI pada tanggal 29 Januari 2014. Sebelumnya data penduduk yang digunakan tahun 2013 ke bawah baik berupa Publikasi maupun Berita Resmi Statistik (BRS) masih menggunakan angka estimasi penduduk berdasarkan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) tahun 2000 ke 2010. Continue reading

Proyeksi Penduduk, Mercusuar Pembangunan Negara

Seiring dengan di-launching-nya Buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, tepat pukul 14.00 WIB, 29 Januari 2014, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengumumkan bahwa penduduk Indonesia di tahun 2035 diproyeksi sebesar 305,6 juta. Diluncurkannya salah satu produk BPS ini dihadapan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, gubernur, dan media massa merupakan komitmen tinggi pemerintah terhadap perencanaan pembangunan ke depan. Seberapa penting data proyeksi penduduk bagi pembangunan? Berikut ulasan mendalam bersama Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan, Razali Ritonga. Continue reading

Kinerja Menteri Susi dalam Angka

Oleh Kadir Ruslan, Bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS)

Belakangan ini, isu perombakan kabinet (reshuffle) bertiup semakin kencang. Kinerja sejumlah menteri Kabinet Kerja dinilai tidak memuaskan. Meski lumrah, reshuffle galibnya tidak hanya didasarkan pada pertimbangan politik, apalagi semangat bagi-bagi kekuasaan. Dalam masalah ini, evaluasi secara obyektif terhadap kinerja menteri harus dikedepankan. Continue reading

Bonus Demografi dan Ancaman Middle Income Trap

Oleh Kadir Ruslan

Saat ini, Indonesia tengah berada dalam bayang-bayang ancaman middle income trap. Suatu kondisi ketika sebuah negara yang telah berhasil memasuki kelompok middle income terjebak dalam stagnasi pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, negara tersebut tak juga beranjak menjadi negara maju (high income country). Kondisi seperti ini banyak dialami oleh negara-negara di kawasan Amerika Latin. Continue reading

Menghargai Pangan Kita

Oleh Kadir Ruslan

Indonesia, dengan jumlah penduduk ditaksir mencapai 252 juta orang dan rata-rata pertumbuhan sebesar 1,49 persen per tahun dalam satu dekade terakhir, tengah dihadapkan pada ancaman krisis pangan. Memang kondisi kita belum separah negara-negara di Benua Afrika. Ketersediaan pangan kita boleh dibilang masih aman. Tapi, kian bergantungnya negeri ini pada produk pangan impor (mentah dan olahan) merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan ketahanan pangan kita. Continue reading