Pendewasaan Usia Kawin dan Kualitas Hidup Bangsa

Di tengah kekhawatiran meningkatnya kemiskinan akibat naiknya harga BBM, menyeruak pernyataan dari para tokoh agama yang mempersoalkan rendahnya usia perkawinan perempuan di Tanah Air. Sejatinya, dua fenomena itu (meningkatnya kemiskinan dan rendahnya usia perkawinan) memang bertalian cukup erat.

Berbagai studi menunjukkan kemiskinan merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya perkawinan usia muda. Alasannya cukup sederhana, yakni untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Padahal, perempuan yang kawin di usia muda akan menghadapi berbagai risiko yang berujung pada menurunnya kualitas hidup, tidak hanya pada perempuan itu sendiri tapi juga bagi generasi penerus bangsa.

Boleh jadi rendahnya capaian indeks pembangunan manusia (human development index/HDI) bangsa Indonesia pada tataran global, antara lain, disebabkan masih banyaknya perempuan yang melangsungkan perkawinan di usia muda.

Hasil Susenas 2012, misalnya, mencatat 11,13% perempuan melangsungkan perkawinan di usia 10-15 tahun dan sekitar 32,10% kawin di usia 16-18 tahun (BPS,2013). Adapun peringkat HDI Indonesia berada di posisi ke-108 dari 187 negara (UNDP, 2014).

Risiko kematian tinggi

Secara faktual, semakin muda usia perkawinan memperpanjang interval kesuburan sehingga semakin berpotensi melahirkan banyak anak. Namun, semakin banyak anak yang dilahirkan seorang ibu akan memperbesar risiko kematiannya ataupun anak-anaknya sehingga akan memperpendek umur harapan hidupnya.

Padahal, umur harapan hidup merupakan salah satu dimensi dari pembangunan manusia, selain pendidikan dan daya beli.

Jika dibandingkan dengan sejumlah negara ASEAN seperti Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Malaysia, dan Thailand, umur harapan hidup di Tanah Air cukup jauh tertinggal. Laporan UNDP (2014) me nyebutkan angka umur harapan hidup penduduk Indonesia baru mencapai 70,8 tahun, sedangkan umur harapan hidup Singapura sebesar 82,3 tahun, Brunei Darussalam 78,5 tahun, Vietnam 75,4 tahun, Malaysia 75 tahun, dan Thailand 74,4 tahun.

Lebih tingginya umur harapan hidup di Vietnam khususnya jika dibandingkan dengan Indonesia diperkirakan disebabkan kontribusi angka kematian baik ibu maupun anak yang lebih rendah, terutama akibat umur perkawinan yang lebih tinggi sesuai dengan undang-undang perkawinan di Vietnam. Batasan usia kawin menurut perundangan di Vietnam untuk perempuan ialah 18 tahun, sedangkan untuk Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 ialah 16 tahun.

Secara faktual, persoalan kawin usia muda merupakan hal umum terjadi di banyak negara berkembang. Tercatat, satu di antara tiga perempuan melangsungkan perkawinan sebelum berusia 18 tahun, bahkan satu di antara sembilan perempuan melangsungkan perkawinan di usia 10-14 tahun (Population Reference Bureau, 2011).

Tingginya risiko kematian bagi perem puan terutama disebabkan ketidaksiapan fisik, mental, dan sosial. Diperkirakan, perempuan yang melangsungkan perkawinan di bawah usia 15 tahun berpotensi mengalami risiko kematian akibat sebab-sebab maternal lima kali lebih besar bila dibandingkan dengan perempuan kawin di usia 18 tahun (UNFPA, 2010).

Sementara itu, anak yang dilahirkan dari ibu di bawah usia 18 tahun mengalami risiko kematian 60% lebih tinggi bila dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dari ibu di atas usia 18 tahun (Anita Raj.et.al, 2011).

Pendewasaan usia kawin

Maka, atas dasar itu, pendewasaan usia kawin perempuan seperti yang diusung para tokoh agama perlu diapresiasi karena juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa. Adapun upaya pendewasaan usia kawin menurut para tokoh agama itu, antara lain, dengan meninjau ulang Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.

Berdasarkan pandangan para tokoh agama itu, usia minimal yang dianggap siap untuk melangsungkan perkawinan bagi perempuan ialah 18 tahun (Media Indonesia, 19/11). Namun, meski Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 itu, misalnya, dapat direvisi, hal itu tidak berarti bahwa perkawinan di bawah umur tidak akan terjadi lagi. Pemberlakuan peraturan perundangan tanpa diikuti penanganan faktor penyebab perkawinan di usia muda justru dikhawatirkan akan mengundang perkawinan di bawah umur secara ilegal.

Secara umum, perempuan melangsungkan perkawinan di usia muda, terutama akibat faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, dan sempitnya peluang bekerja. Atas dasar itu, revisi peraturan perundangan perkawinan perlu disertai dengan upaya membebaskan kemiskinan, meningkatkan pendidikan, dan memperluas kesempatan kerja bagi perempuan.

Pentingnya meningkatkan pendidikan bagi perempuan di Tanah Air terutama mengingat capaiannya kini masih terbilang rendah, tecermin dari rata-rata lama sekolahnya (mean years schooling) yang hanya 7,5 tahun atau sebatas kelas satu SMP (BPS,2012).

Upaya sama untuk meningkatkan pendidikan guna mencegah perkawinan dini bagi perempuan juga dilakukan pemerintah Ethiopia. Upaya yang dilakukan ialah memberikan bantuan pendidikan bagi perempuan, khususnya pada usia 1019 tahun (Population Reference Bureau, 2011).

Semoga komitmen pemerintahan JokowiJK untuk memajukan pendidikan melalui kartu Indonesia pintar (KIP) dapat menutup peluang, khususnya pada perempuan, untuk melangsungkan perkawinan di usia dini.

Namun, agar hasil lebih optimal dicapai, peningkatan pendidikan juga perlu disertai dengan perluasan kesempatan kerja bagi perempuan. Hal itu mengingat tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan masih cukup rendah, yakni hanya sebesar 51,39, sedangkan TPAK laki-laki sebesar 84,42 (BPS, 2013).

Razali Ritonga, Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS RI

Sumber: http://news.metrotvnews.com/read/2014/11/24/322883/pendewasaan-usia-kawin-dan-kualitas-hidup-bangsa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s